Rabu, 20 September 2017

Spesifikasi Kamera Terbaru dari Canon




Berulang kali menyatakan tak akan masuk ke pasar kamera mirrorless akhirnya Canon meluncurkan juga EOS M. Kamera mirrorless pertama Canon yang 'tertinggal' empat tahun sejak sistem itu diperkenalkan ke pasar dalam bentuk Panasonic Lumix DMC-G1. Empat tahun melakukan pembiaran pada segmen ini menjadikan perusahaan semacam Panasonic dan Olympus leluasa bergerak dan mengembangkan sistem kamera Micro Four Third mereka, termasuk dengan beragam lensanya. Sony bebas mengembangkan seri NEX pada 2010 dan pesaing bebuyutan Canon, Nikon telah membuat kamera mirrorless pada akhir 2011 dengan seri 1-nya.
Dan, sepanjang empat tahun itu, geliat kamera mirrorless bertambah kuat hingga menggerogoti pangsa pasar kamera DSLR. Di Jepang popularitas kamera mirrorless makin menguat dan bahkan dikatakan berhasil menguasai hingga 50 persen pasar. Demikian pula halnya di Singapura yang meski belum mencapai angka setinggi Jepang namun kekuatannya terus bertambah. Di Indonesia kamera mungil dengan lensa lepas-tukar ini juga mulai menarik perhatian banyak kalangan. Situasi di atas itulah yang mungkin mendorong Canon untuk masuk ke pasar kamera mirrorless. Sehingga ketika akhirnya Canon EOS M muncul kamera ini langsung berada di bawah tekanan yang kuat; harus merupakan kamera yang sangat bagus, harus mampu merebut hati konsumen dan harganya harus terjangkau, atau Canon harus merelakan pasar kamera dengan lensa-tukar direbut oleh perusahaan lain. Apakah EOS M sesuai ekspektasi?
Desain & Pengoperasian
Mulus, rapi, kokoh. Itu ungkapan pertama kami saat melihat desain EOS M. Terbuat dari magnesium alloy dan stainless steel serta dibaluri dengan cat putih (produk uji kami berwarna putih) yang bagus dan terasa berkualitas. Tidak terasa licin meski bobotnya terasa lebih berat dibanding kamera saku yang seukuran, dan nyaman di tangan walaupun handgrip-nya sangat kecil.
Canon tidak membekali M dengan banyak tombol sehingga tampilannya memang terlihat seperti kamera saku. Selain hotshoe untuk lampu kilat eksternal, hanya ada tombol On/Off di bagian atas serta tombol shutter yang dilingkari oleh cincin pengatur Intelligent Auto, Creative Auto, dan Video. Bukan Mode dial PASM seperti yang biasa kita temukan pada kamera mirrorless lain atau juga DSLR. Di bagian belakang terdapat tombol perekaman video, tepat di bagian ibu jari dan di bawahnya, di samping layar terdapat tombol Menu, Play, Info dan cincin kontrol berukuran besar.
Hanya itukah pilihan kontrol yang diberikan Canon? Tidak, karena Canon menuangkan semua kontrol pada layar 3 incinya. Layar sentuh pada kamera memang bukan hal baru namun Canon mampu mengoptimalkan dan memberikan antarmuka sentuh kamera terbaik dari yang pernah kami lihat. Berbekal layar kapasitif yang responsif Anda bisa mengontrol apapun dari sana, termasuk mengubah mode pemotretan.
Dengan menekan tombol Q maka akan tampil Quick menu lalu menekan tombol Info apapun yang Anda inginkan akan tampil di layar ini untuk selanjutnya tinggal Anda sentuh untuk melakukan perubahan. Jadi pengaturan dari layar tidak sebatas untuk memfokus dan memotret namun semua hal, termasuk untuk pengaturan paling sederhana sekalipun seperti mengubah setting PASM. Roda kontrol yang melingkari tombol Q bisa digunakan untuk mengubah aperture dan shutter pada mode pemotretan Av atau Tv sementara untuk mode Manual, roda itu akan berperan ganda.
Aneh juga melihat Canon tidak membekali EOS M dengan lampu kilat terintegrasi mengingat kamera mirrorless lain sudah memberikannya sebagai standar. Jadi karena Canon hanya menyediakan hotshoe Anda harus menyiapkan anggaran tambahan untuk membeli lampu kilat eksternal. Dan, perhatikan bobot lampu kilat eksternal yang hendak Anda pilih karena jika terlalu besar (plus baterai) maka keseimbangan pegangan akan berubah menjadi tidak nyaman.

0 komentar:

Posting Komentar