Kamis, 12 Oktober 2017

Panduan Beli Rumah Bekas di Bandung dengan Harga Bersahabat



 
foto hanya ilustrasi
Kebutuhan tempat tinggal bisa direalisasikan dengan beragam cara. Tak harus rumah baru, Anda bisa membeli rumah bekas atau second, sebagai tempat tinggal. Banyak rumah di Bandung yang merupakan rumah bekas, namun masih layak huni. Harga rumah di Bandung lebih murah untuk kategori rumah bekas. Hal ini bisa menjadi alternatif pilihan. Panduan ini bisa Anda terapkan untuk memperoleh rumah dengan harga bersahabat.

1.                  Mencari Informasi Rumah Bekas
Saat memutuskan untuk membeli rumah bekas, tentu harus ada pertimbangan yang mendasar dalam setiap hal. Mencari informasi terkait dengan lokasi rumah, kualitas bangunan, hingga harga jual merupakan daftar informasi yang harus dicari untuk memperoleh rumah bekas yang baik dengan tingkat harga terjangkau. Kelengkapan informasi harus diutamakan agar data-data yang diperoleh benar-benar detail.
Informasi mengenai rumah bekas tersebut dapat membantu Anda untuk memilih rumah paling sesuai. Usahakan informasi rumah bekas tersebut terpercaya. Anda bisa memperolehnya secara langsung dengan survei ke lokasi. Selain itu, perolehan informasi melalui perantara atau makelar juga dapat menjadi alternatif lain.

2.                  Membeli Rumah Tanpa Perantara
Proses jual beli rumah bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan perantara ataupun tidak. Proses jual beli tanpa melalui perantara akan menghasilkan harga rumah bekas lebih murah. Anda bisa melakukan transaksi jual beli rumah secara langsung dengan pemiliknya. Hal ini menjadi alternatif pilihan
Selain memperoleh harga rumah di Bandung yang lebih murah atau lebih terjangkau, jual beli tanpa perantara akan mempermudah proses transaksi. Pertemuan antara penjual dan pembeli bisa lebih efektif dilakukan dengan melibatkan pihak notaris apabila sudah tercapai kesepakatan. Selanjutnya, proses jual beli rumah di Bandung akan lebih cepat, sehingga tercapai efektivitas dari segi waktu.

3.                  Memilih Rumah dengan Usia Lebih Tua
Rumah bekas mempunyai usia yang beragam, di mana sejak masa siap huni hingga dijual, mempunyai rentang waktu yang berbeda-beda. Usia rumah merupakan faktor penentu harga rumah. Rumah dengan rentang usia cukup lama akan mempunyai harga jual lebih murah dibandingkan dengan rumah bekas yang belum lama dibangun. Akan tetapi, berbeda dengan rumah tua dengan desain klasik, justru harganya lebih mahal.
Terkait dengan hal tersebut, Anda perlu mendata harga rumah bekas dengan usia sedang, tidak terlalu tua ataupun baru saja dibangun. Pilihlah rumah tua yang layak huni, namun punya harga lebih terjangkau. Setelah mendapatkan daftar harga beberapa rumah yang usianya cukup tua, bandingkan setiap harga tersebut dengan harga pasar. Usahakan harga yang ditawarkan sesuai atau lebih murah dari harga pasar.

4.                  Memilih Rumah Semi Permanen
Banyak jenis rumah yang ditawarkan. Dari segi pembangunannya, ada dua jenis rumah bekas yang tersedia di Bandung. Rumah bekas di kawasan perkotaan ini terdiri atas rumah permanen dan semi permanen. Rumah permanen adalah tipe rumah bekas yang harga jualnya lebih bersahabat. Anda bisa memilih tipe rumah semi permanen apabila ingin mengeluarkan biaya lebih sedikit.
Rumah semi permanen ini tentu sudah layak huni, sehingga Anda tak perlu khawatir dengan proses pembangunan yang belum selesai. Hanya saja, apabila ingin lebih nyaman, Anda harus rela melengkapi desain interior atau eksterior rumah semi permanen tersebut, sehingga utuh menjadi rumah permanen.

5.                  Membandingkan Harga Rumah
Panduan terakhir dalam memperoleh rumah bekas yang lebih terjangkau adalah membandingkan harga jual rumah. Di Bandung, rumah bekas tersedia dengan beragam penawaran harga. Anda dapat membuat daftar harga dari beberapa rumah bekas yang diminati. Setelah daftarnya selesai dibuat, segeralah untuk melakukan perbandingan harga jual antara rumah satu dengan rumah lainnya.
Perbandingan harga ini harus dilakukan dengan cermat agar benar-benar bisa menganalisa dengan baik dan benar. Pertama, carilah harga-harga rumah yang sesuai dengan kondisi rumah. Apabila belum sesuai, maka janganlah dimasukkan dalam perbandingan harga. Kedua, pilihlah harga rumah dengan kondisi rumah yang paling sesuai. Setelah mendapatkannya, Anda dapat mengambil keputusan pembelian.
Beberapa cara tersebut bisa diterapkan untuk memperoleh rumah bekas dengan harga bersahabat. Meskipun demikian, perlu diingat untuk tidak hanya mempertimbangkan masalah harga. Anda juga harus memperhatikan kualitas bangunan rumah bekas tersebut. Usahakan masih layak huni dan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan Anda sekeluarga. Kemampuan bernegosiasi juga bisa menjadi nilai plus untuk Anda dalam hunting hunian.

Anda sebenarnya bisa menerapkan cara di atas untuk membeli rumah bekas di mana saja. Namun, sebaiknya Anda memilih kota-kota besar yang potensial untuk bisnis seperti Bandung. Selain itu, harga rumah di Bandung di kategori rumah bekas tergolong murah dan bisa jadi alternatif pilihan untuk solusi kebutuhan Anda.

Rabu, 20 September 2017

Spesifikasi Kamera Terbaru dari Canon




Berulang kali menyatakan tak akan masuk ke pasar kamera mirrorless akhirnya Canon meluncurkan juga EOS M. Kamera mirrorless pertama Canon yang 'tertinggal' empat tahun sejak sistem itu diperkenalkan ke pasar dalam bentuk Panasonic Lumix DMC-G1. Empat tahun melakukan pembiaran pada segmen ini menjadikan perusahaan semacam Panasonic dan Olympus leluasa bergerak dan mengembangkan sistem kamera Micro Four Third mereka, termasuk dengan beragam lensanya. Sony bebas mengembangkan seri NEX pada 2010 dan pesaing bebuyutan Canon, Nikon telah membuat kamera mirrorless pada akhir 2011 dengan seri 1-nya.
Dan, sepanjang empat tahun itu, geliat kamera mirrorless bertambah kuat hingga menggerogoti pangsa pasar kamera DSLR. Di Jepang popularitas kamera mirrorless makin menguat dan bahkan dikatakan berhasil menguasai hingga 50 persen pasar. Demikian pula halnya di Singapura yang meski belum mencapai angka setinggi Jepang namun kekuatannya terus bertambah. Di Indonesia kamera mungil dengan lensa lepas-tukar ini juga mulai menarik perhatian banyak kalangan. Situasi di atas itulah yang mungkin mendorong Canon untuk masuk ke pasar kamera mirrorless. Sehingga ketika akhirnya Canon EOS M muncul kamera ini langsung berada di bawah tekanan yang kuat; harus merupakan kamera yang sangat bagus, harus mampu merebut hati konsumen dan harganya harus terjangkau, atau Canon harus merelakan pasar kamera dengan lensa-tukar direbut oleh perusahaan lain. Apakah EOS M sesuai ekspektasi?
Desain & Pengoperasian
Mulus, rapi, kokoh. Itu ungkapan pertama kami saat melihat desain EOS M. Terbuat dari magnesium alloy dan stainless steel serta dibaluri dengan cat putih (produk uji kami berwarna putih) yang bagus dan terasa berkualitas. Tidak terasa licin meski bobotnya terasa lebih berat dibanding kamera saku yang seukuran, dan nyaman di tangan walaupun handgrip-nya sangat kecil.
Canon tidak membekali M dengan banyak tombol sehingga tampilannya memang terlihat seperti kamera saku. Selain hotshoe untuk lampu kilat eksternal, hanya ada tombol On/Off di bagian atas serta tombol shutter yang dilingkari oleh cincin pengatur Intelligent Auto, Creative Auto, dan Video. Bukan Mode dial PASM seperti yang biasa kita temukan pada kamera mirrorless lain atau juga DSLR. Di bagian belakang terdapat tombol perekaman video, tepat di bagian ibu jari dan di bawahnya, di samping layar terdapat tombol Menu, Play, Info dan cincin kontrol berukuran besar.
Hanya itukah pilihan kontrol yang diberikan Canon? Tidak, karena Canon menuangkan semua kontrol pada layar 3 incinya. Layar sentuh pada kamera memang bukan hal baru namun Canon mampu mengoptimalkan dan memberikan antarmuka sentuh kamera terbaik dari yang pernah kami lihat. Berbekal layar kapasitif yang responsif Anda bisa mengontrol apapun dari sana, termasuk mengubah mode pemotretan.
Dengan menekan tombol Q maka akan tampil Quick menu lalu menekan tombol Info apapun yang Anda inginkan akan tampil di layar ini untuk selanjutnya tinggal Anda sentuh untuk melakukan perubahan. Jadi pengaturan dari layar tidak sebatas untuk memfokus dan memotret namun semua hal, termasuk untuk pengaturan paling sederhana sekalipun seperti mengubah setting PASM. Roda kontrol yang melingkari tombol Q bisa digunakan untuk mengubah aperture dan shutter pada mode pemotretan Av atau Tv sementara untuk mode Manual, roda itu akan berperan ganda.
Aneh juga melihat Canon tidak membekali EOS M dengan lampu kilat terintegrasi mengingat kamera mirrorless lain sudah memberikannya sebagai standar. Jadi karena Canon hanya menyediakan hotshoe Anda harus menyiapkan anggaran tambahan untuk membeli lampu kilat eksternal. Dan, perhatikan bobot lampu kilat eksternal yang hendak Anda pilih karena jika terlalu besar (plus baterai) maka keseimbangan pegangan akan berubah menjadi tidak nyaman.

Rabu, 06 September 2017

5 Sepatu Adidas Casual Terbaik untuk Sekolah



Buat pergi ke sekolah tentu kamu perlu memiliki sepatu yang sesuai dengan syarat dan ketentuan sekolah. Khususnya jika sepatu itu memang ingin dipakai saat waktu jam belajar sekolah. Terkecuali ketika misalnya untuk kegiatan ekstrakurikuler, mungkin lebih bebas mengenai sepatu yang boleh dipakai siswa.
Nah, kalau untuk sepatu yang boleh dipakai saat sekolah biasanya mensyaratkan harus berwarna hitam. Nah, karena itu kemudian sebaiknya kamu memilih untuk membeli sepatu warna hitam ini. Mungkin juga ada syarat lainnya seperti misalnya sepatu itu harus menggunakan tali. Tapi rasanya syarat itu tidak berlaku untuk semua sekolah. Syarat umum yang banyak diterapkan adalah sepatu itu harus sepatu berwarna hitam.
Berikut ini rekomendasi mengenai sepau merk Adidas warna hitam yang cocok dipakai bersekolah. Jenisnya adalah sepatu kasual. Jadi kamu pun akan merasa lebih nyaman dan trendy saat menggunakannya. 

1. ADIDAS Gazelle
Inilah sepatu Adidas dengan warna hitam polos pada seluruh bagiannya. Sepatu ini sangat cocok dipakai ke sekolah. Karena sudah tentu memenuhi persyaratan tadi. Sepatu ini juga bertali. Jadi sangat memudahkan ketika ingin dipakai.
Sepatu sneaker Adidas ini dijual di JD.ID dengan harga IDR 1,4 juta. Mengingat kualitas sepatu Adidas yang bagus, harga tersebut sangat sepadan.
2. ADIDAS Superstar Bounce Pk
Pilihan lain sepatu full warna black adalah seri ini. Sepatu ini memang terlihat lebih soft dibanding seri sepatu Adidas yang disebutkan di atas.
Tapi gayanya juga tak kalah keren. Mengenai banderolnya, sepatu ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 1,95 juta saja. Memang sepatu branded itu dijual dengan harga yang lumayan. Tapi itu sudah sepadan dengan kenyamanan yang nantinya kamu rasakan langsung.
3. ADIDAS Ultra Boost
Kalau sepatu casual yang ini tidak sepenuhnya berwarna hitam. Sebab pada bagian bawahnya berwarna putih. Jadi cocoklah kalau seandainya kamu ingin menggunakannya ke sekolah untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler misalnya. Pada bagian samping sepatu ini terdapat tulisan "Ultra Boost". Sepatu ini sangat nyaman dipakai dan bikin penampilan lebih bergaya.
4. ADIDAS NMD R1
Model sepatu Adidas lainnya yang juga dominan warna hitam adalah sepatu ini. Pada bagian bawahnya juga ada bagian putihnya. Tapi sepatu ini terlihat cool banget. Cocok dipakai remaja, mahasiswa, maupun anak-anak usia sekolah. Harganya dipatok Rp 4 jutaan. Ini memang sepatu ideal yang bikin kamu tambah nyaman melangkah. Kalau belum percaya, coba langsung deh!
5. ADIDAS Superstar 80S 3D Mt W
Untuk sepatu sneakers Adidas yang dijual dengan harga skeitar 2 jutaan, tipe ini yang cocok dipilih. Harga tersebut sudah mendapatkan diskon loh di JD.ID. Jadi sudah lebih murah dibandingkan kamu beli sepatu ini di mall atau toko sepatu lainnya. Ukuran sepatu ini bisa kamu pilih dari yang berukuran 36,7, 37,3 dan seterusnya. Kamu bisa cocokkan dengan ukuran sepatumu.
Setelah lakukan survei di sejumlah toko online yang menjual sepatu Adidas, JD.ID tercatat sebagai yang paling murah. Karena sering di laman tersebut tersedia potongan harga bagi pembeli sepatu Adidas ini.